KPU Papua Pegunungan Gelar Bakti Sosial HUT KORPRI ke-54: Wujud Komitmen Melayani dan Mengabdi kepada Masyarakat
Wamena - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-54, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua Pegunungan melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk komitmen untuk terus melayani dan mengabdi kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi jajaran Sekretariat KPU se-Papua Pegunungan untuk memperkuat rasa kepedulian sosial serta mempererat hubungan dengan masyarakat setempat.
Bakti Sosial Dilaksanakan di Dua Lokasi Panti Asuhan
Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan pada hari Senin 17 November 2025 ini dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu:
- Panti Asuhan YAHOCAP (Yayasan Honai Cinta Papua)
Jalan Hom-Hom, Desa Musima, Distrik Hubikiak, Kabupaten Jayawijaya. - Panti Asuhan IZINMO
Jalan Kimbim, Desa Holkoma, Distrik Muliaman.
Pemilihan dua lokasi panti asuhan ini merupakan wujud kepedulian KPU Papua Pegunungan terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian, sekaligus sebagai bagian dari komitmen lembaga dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas, tidak hanya pada penyelenggaraan Pemilu tetapi juga melalui aksi sosial nyata.
Diikuti Seluruh Sekretariat KPU Se-Papua Pegunungan
Kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh seluruh jajaran Sekretariat KPU se-Papua Pegunungan, termasuk Sekretariat KPU Tolikara.
Kehadiran perwakilan dari berbagai kabupaten ini menunjukkan kuatnya sinergi dan kebersamaan para aparatur KPU dalam mendukung nilai-nilai KORPRI, khususnya semangat pengabdian dan pelayanan publik.
Selain itu, acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris KPU Papua Pegunungan, Agus Filma, yang memberikan dukungan penuh dan apresiasi terhadap kegiatan sosial ini. Dalam kesempatan tersebut, Agus menegaskan pentingnya semangat solidaritas dan kepedulian sebagai bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat.
KPU Salurkan Bantuan Sembako dan Pakaian
Sebagai bentuk kepedulian, KPU Papua Pegunungan memberikan bantuan berupa sembako dan pakaian kepada anak-anak di kedua panti asuhan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan harian serta memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang berada di bawah asuhan YAHOCAP dan IZINMO.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh jajaran KPU dengan penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Para pengurus panti asuhan menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan oleh KPU Papua Pegunungan.
Kegiatan Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan
Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa khidmat dan penuh kebersamaan. Para peserta bakti sosial berinteraksi dengan anak-anak panti asuhan, berbincang hangat, serta menyampaikan pesan-pesan motivasi untuk terus semangat dalam meraih cita-cita. Keakraban yang terjalin mencerminkan keseriusan KPU dalam menjalankan nilai-nilai KORPRI dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Ibadah Bulanan Komisi Pemilihan Umum (KPU) se-Provinsi Papua Pegunungan
Makna Bakti Sosial dalam Momentum HUT KORPRI
Momentum HUT KORPRI ke-54 tidak hanya menjadi peringatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk meneguhkan kembali semangat profesionalisme, integritas, dan kepedulian sosial.
Melalui bakti sosial ini, KPU Papua Pegunungan ingin menegaskan bahwa lembaga tidak hanya berkutat pada urusan teknis penyelenggaraan Pemilu, tetapi juga memiliki peran moral dalam membantu masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai KORPRI harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam membangun pelayanan publik yang humanis dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Peringatan HUT KORPRI ke-54 oleh KPU Papua Pegunungan berhasil memberikan makna yang mendalam melalui kegiatan bakti sosial di dua panti asuhan. Dengan dukungan seluruh jajaran Sekretariat KPU se-Papua Pegunungan, kegiatan ini berjalan lancar dan khidmat, serta menjadi wujud nyata komitmen aparatur negara dalam mengabdi kepada masyarakat.
Semangat seperti ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya pada momen peringatan, tetapi juga dalam tugas keseharian sebagai pelayan publik.