Politik dan Demokrasi: Pilar Utama Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
Wamena - Politik sering kali dipersepsikan sebagai sesuatu yang kotor, penuh intrik, dan jauh dari kepentingan rakyat. Padahal, pada hakikatnya politik adalah instrumen penting dalam mengatur kehidupan bersama. Dalam konteks negara demokrasi seperti Indonesia, politik justru menjadi jembatan utama antara rakyat dan kekuasaan, sekaligus sarana untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan umum.
Secara sederhana, politik dapat dipahami sebagai proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Keputusan tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga hukum. Melalui mekanisme politik, masyarakat dapat menentukan arah kebijakan negara, baik secara langsung maupun melalui wakil-wakil yang dipilih dalam pemilihan umum.
Demokrasi dan politik merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Demokrasi memberi ruang bagi rakyat untuk berpartisipasi aktif dalam proses politik, sementara politik menjadi alat untuk menjalankan nilai-nilai demokrasi. Pemilu, misalnya, adalah wujud nyata dari praktik politik demokratis yang memungkinkan rakyat memilih pemimpin dan wakilnya secara bebas dan adil. Dalam sistem ini, legitimasi kekuasaan tidak berasal dari paksaan, melainkan dari kehendak rakyat.
Namun, praktik politik demokratis tidak selalu berjalan ideal. Tantangan seperti politik uang, penyalahgunaan kekuasaan, polarisasi masyarakat, dan rendahnya literasi politik masih menjadi persoalan serius. Ketika politik dipraktikkan tanpa etika, maka demokrasi dapat kehilangan maknanya dan berubah menjadi sekadar prosedur formal tanpa substansi.
Oleh karena itu, pendidikan politik menjadi sangat penting. Masyarakat perlu memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, termasuk cara mengawasi jalannya pemerintahan. Politik bukan hanya urusan elite, melainkan tanggung jawab bersama. Partisipasi aktif masyarakat, baik melalui pemilu, diskusi publik, maupun kritik konstruktif, merupakan kunci untuk menjaga kualitas demokrasi.
Di sisi lain, para aktor politik juga dituntut untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan etika. Kekuasaan seharusnya dipandang sebagai amanah, bukan sebagai alat untuk memperkaya diri atau kelompok tertentu. Politik yang berorientasi pada kepentingan rakyat akan melahirkan kebijakan yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan demikian, politik dan demokrasi harus berjalan seiring sebagai pilar utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika politik dijalankan dengan kesadaran, tanggung jawab, dan etika, maka demokrasi tidak hanya menjadi sistem pemerintahan, tetapi juga budaya yang hidup di tengah masyarakat.