Berita Terkini

Panduan Lengkap Aturan Pemasangan Alat Peraga Kampanye dari KPU

Wamena - APK atau sering disebut juga dengan Alat Peraga Kampanye yang sering digunakan oleh calon peserta pemilu. Peserta pemilu menggunakan alat seperti spanduk, baliho, umbul-umbul, billboard serta poster, peserta pemilu menggunakan APK ini untuk memperkenalkan diri mereka dan identitas diri calon peserta pemilu untuk menyampaikan visi dan misi mereka kepada masyarakat. Menurut komisi pemilihan umum atau (KPU) pemasangan APK dilakukan di tempat yang telah ditentukan, seperti tempat yang tidak mengganggu keindahan lingkungan, tidak mengganggu ketertiban masyarakat, APK ini dilarang di pasang di tempat ibadah, sekolah, fasilitas pemerintah, pohon, rumah sakit rambu lalu lintas dan jalan protokol tertentu dan tidak boleh mengganggu orang lain. Selain itu APK juga dibatasi sesuai dengan ketentuan KPU masing-masing daerah, jika calon peserta pemilu melanggar aturan ini maka akan ditertibkan oleh bawaslu dan pihak yang berwenang dan akan dikenakan sanksi hingga pembatalan sebagai peserta kampanye. Maka peserta pemilu yang akan melakukan kampanye harus diatur dengan baik agar kegiatan kampanye tetap tertib dan tidak merugikan masyarakat agar tetap berjalan dengan baik. Berikut ini penjelasan mengenai apa itu APK, jenis-jenis APK, aturan pemasangan APK menurut KPU, sanksi dan pelanggaran terkait APK.   Baca juga: Kotak Kosong Menang di Pilkada, Apa yang Terjadi Selanjutnya?   Apa Itu Alat Peraga Kampanye? Alat peraga kampanye adalah semua bentuk atau media yang digunakan oleh calon peserta pemilu seperti partai politik, calon legislatif, atau calon kepala daerah. APK digunakan untuk memperkenalkan diri saat masa kampanye, menyampaikan pesan, serta visi dan misi calon peserta. Tujuannya agar masyarakat mengenal calon peserta, partai, serta program yang akan dilakukan calon peserta jika mereka terpilih nanti. Contoh alat peraga kampanye meliputi: Spanduk Baliho  Poster dan pamphlet Umbul-umbul Billboard Jenis-jenis Alat Peraga Kampanye Spanduk Berbentuk kain Panjang yang biasanya dipajang atau di gantung di tiang atau di depan rumah warga. Baliho  Papan besar yang biasanya berisi foto, nama calon peserta pemilu, nomor urut calon peserta pemilu, serta visi dan misi calon peserta pemilu biasanya baliho di pajang di pinggir jalan atau di tempat strategis agar banyak masyarakat yang melihat. Poster dan pamphlet Lembar kecil yang bergambar calon peserta pemilu biasanya lembaran ini ditempel di dinding toko atau papan pengumuman agar dapat dilihat oleh masyarakat. Umbul-umbul Berbentuk tiang yang tinggi dengan bendera dan logo serta foto calon peserta biasanya umbul-umbul dipasang di sepanjang jalan atau di depan kantor partai. Billboard Berbentuk papan iklan besar berisi foto, nomor urut, serta visi-misi singkat terkadang berisi logo partai dan slogan kampanye, biasanya dipasang di pinggir jalan raya atau di persimpangan yang ramai agar dapat dilihat oleh masyarakat. APK diatas adalah alat atau media yang digunakan calon peserta pemilu untuk menarik perhatian masyarakat untuk memilih mereka dan mendukung calon peserta pemilu.   Aturan Pemasangan Alat Peraga Kampanye Menurut KPU Berikut ini adalah penjelasan mengenai aturan dan pemasangan APK menurut KPU. 1. Lokasi Pemasangan APK hanya boleh dipasang di tempat yang telah ditentukan oleh KPU dan pemerintah daerah (PEMDA). Dilarang dipasang di tempat umum seperti: Tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara, dll.), Rumah sakit, Gedung milik pemerintah, Sekolah dan lembaga pendidikan, Serta jalan protokol, taman, atau area yang mengganggu ketertiban umum. 2. Ukuran dan Jumlah KPU mengatur ukuran dan jumlah maksimal APK agar tidak berlebihan dan tetap tertib serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Misalnya, dalam banyak pemilu, baliho dibatasi 5 buah per kabupaten/kota, sedangkan spanduk maksimal 10 buah per kecamatan. Ukuran dan jumlah pasti bisa berbeda di tiap daerah sesuai Keputusan KPU setempat. 3. Waktu Pemasangan APK hanya boleh dipasang selama masa kampanye resmi yang ditetapkan oleh KPU. Setelah masa kampanye berakhir, seluruh alat peraga harus diturunkan paling lambat satu hari sebelum masa tenang. 4. Larangan dan Penertiban Peserta pemilu dilarang menambah atau memasang APK di luar ketentuan KPU. Jika melanggar, Bawaslu berwenang menertibkan atau menurunkan alat peraga kampanye tersebut. 5. Sanksi Pelanggaran terhadap aturan pemasangan APK dapat dikenakan sanksi administratif, seperti teguran tertulis atau penurunan alat peraga. Dalam kasus berat atau berulang, bisa dikenakan sanksi pembatalan kegiatan kampanye di wilayah tertentu. Aturan KPU tentang pemasangan APK bertujuan untuk menjaga agar kegiatan kampanye berlangsung tertib, adil, dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.   Baca juga: Pemilu Bersih, Demokrasi Kuat   Sanksi dan Pelanggaran Terkait Alat Peraga Kampanye Pelanggaran terkait APK biasanya terjadi jika peserta Pemilu: Memasang APK di luar lokasi yang ditentukan KPU, misalnya di tempat ibadah, sekolah, kantor pemerintah, atau jalan protokol. Melebihi jumlah atau ukuran maksimal yang diizinkan oleh KPU. Memasang APK di luar waktu kampanye atau tidak menurunkan setelah masa kampanye berakhir. Merusak atau menutupi APK peserta lain secara sengaja. Sanksi Pelanggaran APK Berdasarkan Aturan KPU dan Pengawasan Bawaslu: Tertib administrasi  Alat peraga kampanye akan ditertibkan atau diturunkan oleh petugas pengawas. Teguran tertulis  Calon Peserta Pemilu diberi peringatan resmi untuk mematuhi aturan. Pembatasan kampanye  Dalam kasus serius atau berulang, peserta dapat dikenai sanksi pembatasan atau larangan melakukan kampanye di wilayah tertentu. Sanksi lainnya  Jika pelanggaran terkait keselamatan atau kerusakan fasilitas umum, bisa ada tanggung jawab hukum tambahan sesuai ketentuan perundang-undangan. Sanksi dan aturan ini diterapkan KPU dan bawaslu untuk memastikan bahwa APK digunakan secara tertib, adil, dan tidak merugikan masyarakat maupun calon peserta Pemilu lain.

Memahami Arti Popularitas dan Pengaruhnya dalam Dunia Politik

Wamena - Popularitas memiliki peran yang penting untuk mendorong seseorang untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif dalam pemilihan umum. Biasanya seseorang yang sudah populer melalui kipra sosial, karier, publik, maupun media massa, dapat dengan mudah mempengaruhi masyarakat dan mendapat dukungan karena calon legislatif biasanya memiliki kepercayaan yang tinggi untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum karena sudah dikenal luas oleh masyarakat. Tingkat popularitas yang tinggi menjadi modal awal calon legislatif untuk mencalonkan diri dan menjadi peluang untuk dipilih oleh rakyat. Namun tidak selalu popularitas menjamin kemenangan, perlu strategi kampanye yang efektif untuk mengubah pengenalan publik menjadi nyata dan mampu menjaga citra positif serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta membangun visi dan misi yang relevan sesuai dengan kebutuhan rakyat oleh karena itu popularitas dapat membuka jalan bagi calon legislatif karena pesan dan programnya lebih cepat sampai kepada masyarakat luas dan peluang menang dalam pemilu lebih tinggi.   Pengertian Popularitas Popularitas adalah kondisi dimana seseorang dikenal,diperhatikan, disukai oleh banyak orang. Kata popularitas berasal dari kata “populer” yang berarti “dikenal dan disukai”. Popularitas menunjukkan tingkat penerimaan atau perhatian publik terhadap sesuatu. Semakin banyak orang yang mengenal, membicarakan, dan menyukai hal tersebut, semakin tinggi tingkat popularitasnya dikalangan masyarakat luas.   Baca juga: Apa itu Populisme dan Apa Dampaknya Untuk Sebuah Negara ?   Peran Popularitas dalam Politik dan Pentingnya bagi Caleg DPR Dalam dunia politik, popularitas bukan sekadar keterkenalan, tetapi mencakup seberapa jauh seorang tokoh dikenal, disukai, dan dipercaya oleh masyarakat. Popularitas menjadi pintu masuk yang menghubungkan calon pemimpin atau calon legislatif (caleg) dengan pemilih. Tanpa dikenal publik, sehebat apa pun gagasan, program, atau kapabilitas seorang tokoh, akan sulit menjangkau hati dan suara masyarakat. 1. Popularitas sebagai Modal Awal Mendapat Dukungan Popularitas menjadi modal awal yang sangat penting dalam persaingan politik. Pemilih cenderung memilih sosok yang mereka kenal. Tokoh yang namanya sering muncul di ruang publik, baik melalui media, kegiatan sosial, maupun interaksi langsung, memiliki peluang lebih besar untuk menarik simpati dan dukungan. Inilah yang membuat banyak caleg mulai memperkenalkan diri jauh sebelum masa kampanye dimulai. 2. Mengangkat Elektabilitas dalam Pemilu Tingkat popularitas memiliki hubungan erat dengan elektabilitas atau peluang keterpilihan. Semakin dikenal dan disukai seorang tokoh, semakin tinggi kemungkinan ia dipilih dalam pemilu. Banyak survei politik membuktikan bahwa calon dengan popularitas tinggi lebih unggul dibanding calon lain yang kurang dikenal. Namun, popularitas bukan satu-satunya penentu kemenangan; rekam jejak, kapabilitas, dan program kerja tetap menjadi faktor penting. 3. Membangun Citra dan Kepercayaan Publik Popularitas yang dibangun melalui tindakan nyata—bukan sekadar pencitraan—akan menghasilkan kepercayaan publik. Tokoh yang aktif hadir di tengah masyarakat, peduli terhadap isu sosial, dan menunjukkan integritas akan lebih dipercaya. Kepercayaan ini menjadi legitimasi sosial yang menguatkan posisi seorang pemimpin atau wakil rakyat. 4. Mempermudah Komunikasi Politik Tokoh yang populer lebih mudah menyampaikan pesan politiknya kepada masyarakat. Pesan, visi, dan program kerja akan lebih cepat diterima jika disampaikan oleh sosok yang familiar. Di era digital, hal ini semakin terasa. Media sosial menjadi ruang penting bagi politisi untuk berinteraksi langsung dengan pemilih, membangun kedekatan emosional, dan memperkuat dukungan. 5. Menarik Dukungan Partai, Relawan, dan Sponsor Popularitas bukan hanya menarik suara pemilih, tetapi juga dukungan dari partai politik, relawan, hingga sponsor. Partai cenderung mengusung caleg populer karena dianggap mampu mendongkrak suara partai. Relawan dan pendukung pun lebih antusias membantu tokoh yang memiliki peluang besar untuk menang. 6. Popularitas sebagai Sarana Pengaruh dan Kekuasaan Dalam politik, pengaruh sering berasal dari seberapa besar seseorang dikenal dan diperhatikan. Popularitas memberi kekuatan untuk membentuk opini publik, menyuarakan isu penting, bahkan memengaruhi arah kebijakan. Namun, kekuasaan ini harus digunakan secara bijak agar tidak berubah menjadi manipulasi atau politik pencitraan semata. 7. Popularitas Harus Didukung Kapabilitas dan Integritas Meskipun sangat penting, popularitas tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran dalam memilih pemimpin atau wakil rakyat. Tokoh yang hanya mengandalkan ketenaran tanpa kemampuan dan integritas justru dapat menyesatkan publik. Politik yang sehat harus menyeimbangkan antara popularitas dan kapabilitas. Caleg yang populer juga harus membuktikan komitmennya pada visi, program kerja, serta kedekatan tulus dengan masyarakat. Popularitas adalah modal strategis dalam politik, terutama bagi calon legislatif. Ia membantu membuka pintu hati pemilih, meningkatkan elektabilitas, membangun kepercayaan, dan memperluas jaringan dukungan. Namun, popularitas harus sejalan dengan integritas, kompetensi, dan pengabdian kepada masyarakat agar tidak hanya menjadi pencitraan sesaat, melainkan kekuatan untuk membawa perubahan nyata.   Baca juga: Mengenal Politik Identitas dan Dampaknya terhadap Demokrasi Indonesia   Bedanya Popularitas dan Elektabilitas  1. Pengertian Popularitas Popularitas  Dikenal banyak orang, popularitas adalah seberapa seseorang dikenal oleh masyarakat luas. Contohnya, Ada beberapa selebriti yang sudah terkenal di dunia keartisan dan mencoba terjun langsung dalam dunia politik karena sebelumnya artis tersebut sudah populer di dunia keartisan maka banyak masyarakat yang memilih calon tersebut. 2. Pengertian Elektabilitas Elektabilitas  Dipilih banyak orang, tingkat kemungkinan seseorang dipilih oleh masyarakat dalam pemilu karena mungkin calon tersebut tidak terkenal tapi dinilai jujur dan punya program bagus sehingga banyak orang yang ingin memilihnya.Artinya, bukan hanya dikenal, tapi juga disukai dan dipercaya untuk dipilih rakyat. Popularitas adalah dikenal banyak orang, sedangkan elektabilitas adalah dipilih banyak orang. Seorang calon bisa populer tapi belum tentu elektabilitasnya tinggi. karena dikenal saja tidak cukup, ia juga harus disukai dan dipercaya oleh masyarakat.

Bagaimana Cara ke Karubaga? Ini Panduan Rute dan Transportasinya

Wamena - Karubaga adalah ibu kota Kabupaten Tolikara yang berada di Provinsi Pegunungan Papua, daerah ini dikenal sebagai daerah pegunungan yang indah namun cukup sulit untuk dijangkau dan berada cukup jauh dari kota besar misalnya kota Wamena. Perjalanan yang cukup jauh dari kota dan medan perjalanan yang cukup menanjak untuk menuju ke sana mengingat letaknya yang dikelilingi bukit dan lembah, masyarakat karubaga biasanya menggunakan jalur darat dan udara walaupun membutuhkan waktu dan tenaga menuju daerah Karubaga keindahan alam serta suasana khas pegunungan serta udara yang segar membuat perjalanan menuju karubaga terasa sangat menyenangkan. Dari artikel ini kita akan membahas tentang Karubaga terletak dimana, cara menuju Karubaga dari Kota Jayapura atau Kota Wamena, jalur udara menuju Karubaga, jalur darat dan kondisi medan, serta tips bepergian ke Karubaga dengan aman berikut penjelasannya.   Baca juga: Lembah Baliem: Jantung Budaya Papua yang Tak Lekang Dimakan Waktu   Karubaga terletak dimana? Karubaga terletak di Provinsi Papua Pegunungan dan menjadi ibu kota Kabupaten Tolikara, Karubaga berada di daerah pegunungan tengah papua dengan ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, Karubaga bersebelahan langsung dengan Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Puncak Jaya. Kontribusi utama perekonomian daerah ini datang dari pertanian. Di daerah pedalaman yang merupakan ulayat mereka secara turun temurun, kegiatan pertanian dilakukan secara tradisional. Lahan tanaman bahan pangan sebagian besar ditanami ubi jalar. Tanaman rambat ini memang merupakan makanan pokok penduduk kabupaten ini.   Cara menuju Karubaga Dari Jayapura atau Wamena Cara paling cepat menuju daerah Karubaga adalah dengan menggunakan jalur udara biasanya masyarakat menggunakan pesawat terbang yang kecil dari bandara udara sentani Kota Jayapura dengan kapasitas penumpang hanya berjumlah 12 orang sudah termasuk dengan pilot waktu yang ditempuh sekitar satu jam saja tergantung cuaca. Cara menuju daerah Karubaga dari Wamena masyarakat biasanya menggunakan jalur darat dengan menggunakan kendaraan roda empat dan ditempuh selama 2-3 jam tergantung perjalanan menuju kesana mengingat perjalanan menuju kesana cukup menanjak dan curam. Menuju Karubaga juga bisa menggunakan pesawat terbang dari Kota Wamena ditempuh dalam waktu 30 menit.   Jalur Udara Menuju Karubaga Jalur udara menuju Karubaga dapat ditempuh dengan 2 jalur yaitu dari bandara udara sentani Kota Jayapura atau dari bandara udara Wamena Kabupaten Jayawijaya, waktu tempuh dari Jayapura menuju Karubaga biasanya sekitar 1 jam sedangkan dari Wamena hanya sekitar 30 menit, penerbangan ini tergantung pada kondisi cuaca jika kabut tebal atau hujan deras biasanya jadwal penerbangan bisa tertunda karena jarak pandang di pegunungan sangat terbatas. Penerbangan menuju Karubaga tidak setiap hari beroperasi biasanya hanya seminggu sekali tergantung cuaca atau permintaan. Permintaan terjadi karena adanya kebutuhan mendadak seperti adanya kepentingan pemerintah daerah atau adanya penjemputan pasien rujukan dari karubaga menuju Kota Jayapura atau menuju Kota Wamena. Biaya sewa pesawat dari Kota Jayapura menuju Karubaga berkisar 25 juta-30 juta berbeda dengan biaya pembelian tiket perseorangan yang berkisar sekitar 500 ribu-700 ribu.   Jalur Darat dan Kondisi Medan Selain jalur udara, Karubaga juga bisa menggunakan jalur darat biasanya jalur darat dari Wamena menuju Karubaga menggunakan mobil 4x4 atau kendaraan double cabin yang kuat di jalan berat mengingat jalan menuju kesana cukup menanjak dan curam karena harus melewati bukit dan lembah serta jalan yang cukup berbatu sehingga saat hujan bisa menjadi licin, meskipun medan menantang pemandangan di sepanjang perjalanan sangat indah dengan udara yang dingin, hutan lebat serta sungai-sungai kecil yang terlihat dari jalan membuat perjalanan sangat menyenangkan. Untuk biaya transportasi dari Wamena ke Karubaga berkisar antara 250-300 per orang, untuk sewa 1 mobil berikasar 2.500.000.   Baca juga: Makanan Ekstrem Khas Papua yang Kaya Akan Nutrisi: Antara Tradisi dan Kearifan Lokal   Tips Berpergian Aman dan Nyaman ke Karubaga Perjalanan ke Karubaga melibatkan medan yang menantang, ketergantungan pada cuaca, serta interaksi dengan budaya lokal. Berikut tips untuk memastikan perjalanan Anda aman, lancar, dan bermakna. 1. Persiapkan Fisik dan Mental dengan Baik Karubaga berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut. Pastikan kondisi fisik Anda prima untuk menghindari dampak ketinggian dan menempuh perjalanan yang cukup melelahkan. Bersiaplah secara mental untuk menghadapi ketidakpastian, terutama terkait jadwal penerbangan atau kondisi jalan. 2. Utamakan Transportasi Udara dan Perhatikan Cuaca Pilih pesawat untuk jarak jauh: Untuk efisiensi waktu dari Jayapura, pesawat adalah pilihan terbaik. Selalu cek info cuaca: Cuaca buruk (kabut tebal atau hujan deras) dapat menyebabkan penundaan atau pembatalan penerbangan. Jadwalkan perjalanan Anda dengan fleksibel untuk mengantisipasi hal ini. Pahami jadwal yang terbatas: Penerbangan tidak beroperasi setiap hari dan sangat bergantung pada cuaca serta permintaan. Pastikan Anda memesan dan mengonfirmasi tiket jauh-jauh hari. 3. Jika Memilih Jalur Darat dari Wamena, Pilih Kendaraan yang Tepat Gunakan kendaraan 4x4 atau double cabin: Hanya kendaraan jenis ini yang kuat untuk medan yang menanjak, curam, dan berbatu. Waspadai kondisi jalan: Jalan bisa menjadi sangat licin saat hujan. Pastikan pengemudi Anda berpengalaman melewati medan seperti ini. 4. Rencanakan Anggaran dengan Matang Transportasi udara: Sampai artikel ini dibuat estimasi biaya tiket perorangan berkisar Rp 500.000 - Rp 700.000. Jika menyewa pesawat penuh, siapkan dana hingga Rp 25-30 juta. Transportasi darat: Sampai artikel ini dibuat estimasi biaya transportasi umum dari Wamena sekitar Rp 250.000 - Rp 300.000 per orang, sedangkan menyewa satu mobil kira-kira Rp 2.500.000. 5. Bawa Perlengkapan yang Memadai Jaket dan pakaian hangat: Suhu di daerah pegunungan pasti dingin. Obat-obatan pribadi: Bawa persediaan obat pribadi yang cukup, mengingat akses kesehatan terbatas. Air minum dan makanan ringan: Penting untuk antisipasi jika terjadi penundaan perjalanan. 6. Hormati Etika dan Budaya Lokal Sapa warga dengan ramah: Masyarakat setempat sangat menghargai sopan santun. Sebuah senyum dan sapaan sederhana seperti "Selamat pagi/siang" dapat membuka interaksi yang positif. Minta izin sebelum memotret: Hindari mengambil foto masyarakat tanpa izin mereka. Hal ini adalah bentuk penghormatan terhadap privasi dan martabat mereka. Selalu ajukan permohonan dengan sopan terlebih dahulu. Bersikap rendah hati dan observatif: Amati dan ikuti norma-norma yang berlaku di sekitar Anda. Setiap daerah memiliki adat istiadatnya sendiri. Kunci utama perjalanan aman dan nyaman ke Karubaga adalah persiapan matang, fisik yang prima, fleksibilitas terhadap jadwal, serta sikap yang menghormati budaya dan kondisi keamanan setempat.

Membedah Tugas KPPS Ketika Melaksanakan Proses Pemungutan Suara

Wamena - Halo teman pemilih pada artikel kali ini saya akan membahas salah satu elemen penting yang bertanggungjawab di area Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tanpa meraka, pemilu tidak mungkin akan bisa terlaksana. Siapakah mereka? Yap, mereka adalah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau biasa disingkat KPPS. Bagi teman pemilih yang pernah datang ke TPS tentu sudah tidak asing lagi dengan Panitia di TPS. Karena dari awal kita masuk ke TPS lalu masuk ke bilik suara dan sampai akhirnya keluar dari TPS, KPPS-lah yang mengarahkan para pemilih. Jadi kebayangkan sebegitu vitalnya peran KPPS. Di dalam 1 TPS biasanya ada 7 orang KPPS. Tugas utama dari 7 anggota KPPS ini adalah menyelenggarakan pemungutan suara. Namun, tahukah kalian bahwa anggota 1-7 KPPS terbagi dalam tugas yang lebih rinci lagi. Berikut alur pembagian tugas KPPS Ketika berada di TPS.   Baca juga: Pengawas TPS, Unsur yang Tak Kalah Penting Dalam Elemen Pemilu   Ketua KPPS (Anggota Pertama) Ketua KPPS memiliki tugas untuk memanggil para pemilih sesuai dengan nomor urut kedatangan yang dituliskan pada model C6, kemudian memisahkan model C6 berdasarkan jenis kelamin. Ketika pemilih yang telah menyerahkan Model C6 namun sampai batas akhir pemungutan suara tidak menggunakan hak pilihnya, maka ia dianggap tidak hadir. -Menandatangani surat suara. -Memberikan empat jenis surat suara kepada pemilih. -Apabila ada surat suara yang rusak atau salah coblos, Ketua KPPS memberikan surat pengganti kepada pemilih paling banyak satu kali. -Ikut membantu memasukan surat suara DPD ke dalam alat bantu coblos tunanetra, dan  diserahkan kepada pemilih tunanetra untuk menuju bilik suara untuk menghindari kesalahan dalam memasukan posisi surat suara ke dalam alat bantu tunanetra.   Anggota Kedua Tugas anggota kedua KPPS adalah mempersiapkan surat suara yang nantinya akan dibuka dan dinyatakan sah atau tidaknya surat suara tersebut oleh ketua KPPS.   Anggota Ketiga Tugas anggota ketiga adalah mencatat seluruh jumlah pemilih, jumlah surat suara dan sertifikat hasil perhitungan suara dengan menggunakan formulir Model C1-KWK.   Anggota Keempat Tugas anggota keempat adalah mencatat hasil penelitian terhadap setiap lembar surat suara yang diumumkan oleh ketua KPPS menggunakan formulir catatan hasil perhitungan suara setiap pasangan calon.   Anggota Kelima Tugas anggota kelima adalah mengajak dan mengarahkan pemilih memasuki bilik suara yang kosong untuk memberikan hak suaranya. Membantu pemilih yang memerlukan bantuan atau disabilitas untuk memberikan suara jika diminta oleh pemilih tersebut.   Anggota Keenam Tugas anggota keenam adalah membantu mengarahkan para pemilih untuk memasukan surat suara ke dalam kotak suara dengan jenisnya. Memastikan seluruh surat suara yang telah digunakan oleh pemilih dimasukan ke dalam kotak suara. Mengarahkan pemilih menuju meja KPPS 7 yang berada pada pintu keluar TPS.   Baca juga: Memahami Buzzer dalam Dunia Politik   Anggota ketujuh Anggota ketujuh memiliki tugas mengarahkan para pemilih untuk mencelupkan salah satu jari tangannya ke tinta dan memastikan bahwa tinta sudah membasahi kuku jari. Memastikan pemilih tidak menghapus tinta yang sudah menempel di jari tangan. Mempersilahkan pemilih keluar dari TPS. Setelah pemungutan suara selesai dilaksanakan para petugas KPPS masih memiliki kewajiban tugas. Berikut rincian tugas petugas KPPS setelah selesai pemungutan suara. Ketua KPPS dengan tegas mengumumkan bahwasannya yang diperbolehkan memberikan hak suaranya hanya pemilih terdaftar yang telah hadir di TPS menunggu giliran dan masih dalam antrian untuk memberikan suara. Setelah semua anggota KPPS, saksi pasangan calon (paslon), dan pemilih dari TPS memberikan suaranya, Ketua KPPS mengumumkan kepada yang hadir di TPS bahwa acara pelaksanaan pemungutan suara telah selesai dan akan dilanjutkan acara penghitungan suara di TPS. Menandai dan mengamankan surat suara sisa atau tidak terpakai (rusak) dengan ketentuan sebagai berikut: * Surat suara yang rusak atau salah coblos diberi keterangan 'RUSAK' dan diparaf ketua KPPS. * Surat suara sisa dan tidak terpakai diberi tanda silang atau diberi paraf oleh ketua KPPS. * Seluruh surat suara sisa dan rusak kemudian dimasukan ke dalam sampul sesuai kodenya. Jika kita perhatikan sekilas memang ada beberapa posisi yang pekerjaannya terlihat remeh. Namun mesti diingat, ini hanya Sebagian dari segelintir tugas dari KPPS.  Jika teman pemilih ada yang mempertanyakan kenapa anggota KPPS harus berjumlah 7 orang, yang pasti ini sesuai dengan amanat undang-undang yang diatur dalam peraturan KPU no 8 tahun 2022 pasal 28.

Peran Generasi Muda dalam Mewujudkan Tujuan Negara di Era Digital

Wamena - Setiap negara memiliki cita-cita dan arah perjuangan yang menjadi pedoman dalam menjalankan pemerintahan. Indonesia sendiri menegaskan tujuan negaranya dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 alinea keempat. Empat tujuan utama tersebut adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berperan aktif dalam menciptakan ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.   Baca juga: Mengenal Politik Identitas dan Dampaknya terhadap Demokrasi Indonesia   Namun, di tengah perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, muncul pertanyaan penting: bagaimana generasi muda dapat berperan mewujudkan tujuan negara di era digital seperti sekarang ini? Tujuan pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, kini tidak hanya berkaitan dengan pertahanan fisik, tetapi juga keamanan digital. Ancaman di dunia maya seperti penyebaran hoaks, peretasan data, dan penipuan daring menjadi tantangan baru. Generasi muda yang akrab dengan teknologi berperan penting dalam menjaga keamanan siber, misalnya dengan menjadi pengguna internet yang bijak, tidak mudah menyebarkan informasi palsu, serta berkontribusi dalam literasi digital masyarakat. Dalam konteks memajukan kesejahteraan umum, kemajuan teknologi memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk berinovasi. Melalui kewirausahaan digital, konten kreatif, dan ekonomi berbasis teknologi, anak muda dapat menciptakan lapangan kerja baru sekaligus membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Inovasi di bidang pertanian, pendidikan, dan layanan publik berbasis aplikasi adalah contoh nyata bahwa kemajuan digital dapat mendorong tercapainya kesejahteraan yang lebih merata. Sementara itu, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa kini tidak terbatas pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga berkembang melalui berbagai platform digital. Generasi muda dapat memanfaatkan teknologi untuk belajar secara mandiri melalui kursus daring, webinar, dan komunitas belajar virtual. Dengan semangat belajar yang tinggi dan kemampuan adaptasi yang baik, mereka menjadi motor penggerak terciptanya masyarakat yang cerdas, kritis, dan kreatif. Adapun tujuan terakhir, ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, juga dapat diwujudkan melalui partisipasi generasi muda dalam ruang digital global. Melalui media sosial, forum internasional, dan kerja sama lintas negara, anak muda Indonesia dapat menjadi duta perdamaian yang menyuarakan nilai toleransi, keadilan, dan kemanusiaan.   Baca juga: KPU Papua Pegunungan Terus Menggalakkan Produksi Informasi Melalui Bimbingan Teknis   Sikap terbuka terhadap perbedaan dan kemampuan berkomunikasi lintas budaya menjadi modal penting dalam menjaga citra positif bangsa di dunia internasional. Pada akhirnya, implementasi tujuan negara di era digital membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan terutama generasi muda sebagai agen perubahan. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, menanamkan nilai kebangsaan, serta berkomitmen pada kemajuan bersama, generasi muda dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsa sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Makna Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Wamena - Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman. Dari ribuan pulau, ratusan suku, berbagai agama, hingga budaya yang berbeda, negara ini memiliki potensi besar sekaligus tantangan dalam menjaga keharmonisan. Bagi Indonesia keragaman suku, agama, ras, dan budaya (SARA), persatuan dan kesatuan memiliki makna yang sangat mendasar dan menjadi fondasi utama keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   Apa Itu Persatuan dan Kesatuan? Persatuan berarti menyatukan semua perbedaan yang ada. Hal ini bukan berarti menghapus identitas individu atau kelompok, melainkan menghormati perbedaan sambil tetap bekerja sama demi tujuan bersama. Sementara itu kesatuan menekankan tekad untuk mempertahankan keutuhan negara. Tanpa persatuan dan kesatuan, Indonesia berisiko terpecah oleh perbedaan yang ada. Hal ini menunjukkan  bahwa meskipun terdapat banyak perbedaan persatuan dan kesatuan sangat penting bagi sebuah negara mengingat pentingnya kerja sama, solidaritas, kerukunan, dan hidup berdampingan secara harmonis dan saling menghormatim   Makna Persatuan dan Kesatuan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Ada beberapa makna persatuan dan kesatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara : 1.           Menjalin rasa kebersamaan dan saling melengkapi satu sama lain 2.           Menjalin rasa sikap saling toleransi untuk hidup berdampingan dalam kehidupan secara berbangsa dan bernegara 3.           Menjalin rasa persahabatan, kekeluargaan dan sikap saling tolong menolong antar sesama, serta mengembangkan sikap nasionalisme untuk menjaga pesatuan dan kesatuan. 4.           Berusaha untuk dapat saling menghargai satu sama lain antar sesama bangsa yang berlandaskan rasa kemanusiaan sehingga dapat tercapai kehidupan yang serasi dan harmonis. Baca juga: Musyawarah sebagai Pilar Demokrasi Sejati Indonesia Mengapa Penting Persatuan dan Kesatuan bagi Bangsa Indonesia ? 1.           Untuk menjaga keutuhan negara guna untuk mencegah perpecahan akibat perbedaan suku, agama, ras dan budaya 2.           Untuk membantu memperkuat jati diri bangsa dari serangan budaya bangsa lain di era globalisasi agar tidak terjadi perbedaan yang menonjol. 3.           Untuk  mengurangi terjadinya konflik politik dan sosial. Stabilitas politik, yang memungkinkan pertumbuhan dan kemajuan ekonomi, yang dihasilkan dari kebersamaan nasional dan global. 4.           Untuk mewujudkan kehidupan yang seimbang, selaras, dan serasi antar sesama. Guna mengatasi semua perbedaan yang timbul dengan penuh kesadaran.   Tantangan dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan di Era Modern Dalam menjaga persatuan dan kesatuan, akan menghadapi tantangan- tantangan yang dapat menimbulkan perpecahan diantaranya : 1.           Pengaruh globalisasi dan budaya asing, Karena Masyarakat terutama generasi muda cenderung meniru budaya asing sehingga budaya local dan nasional bisa terabaikan. 2.           Konflik internal yang bisa muncul akibat perbedaan pendapat, kepentingan yang bertentangan antar  kelompok yang berbeda, konflik ini bisa mengancam keharmonisan dalam komunitas 3.           Polarisasi politik yang sering di warnai dengan kepentingan individu, partai politik dengan adanya perbedaan pandangan politik yang sering di besar-besarkan melalui sosial media dapat memicu perpecahan 4.           Perbedaan etnis , agama dan budaya dengan kurangnya pemahaman toleransi antar kelompok dapat memicu konflik Baca juga: Makna dan Tujuan Nasionalisme: Semangat Persatuan di Tengah Tantangan Zaman Strategi Mengatasi Tantangan 1.           Pendidikan karakter dan nilai kebangsaan sejak dini. 2.           Dialog antar kelompok untuk meningkatkan toleransi. 3.           Literasi digital untuk menghindari hoaks dan ujaran kebencian. 4.           Kebijakan pemerataan ekonomi dan sosial untuk mengurangi kesenjangan. 5.           Promosi budaya lokal agar identitas bangsa tetap kuat di tengah globalisasi. Persatuan dan kesatuan bukan sekadar kata-kata, tetapi sebgai jantung dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memahami maknanya, kita diajak untuk menjaga keragaman, menumbuhkan toleransi, dan bekerja sama demi kemajuan bersama. Semoga setiap langkah yang kita ambil sebagai warga negara selalu memperkuat rasa persaudaraan, menghargai perbedaan, dan memperkokoh identitas bangsa. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.